Membangun atau tidaknya kritik, itu tergantung yang dikritik. Mau bangun atau sudah dibangunkan tapi pura-pura masih tidur, atau memang digoncang bagaimanapun dengan kritik (red: dibangunkan) tapi juga tidak terbangun, seperti habis minum pil lelap.

Ada juga yang terbangunnya lama setelah dikritik. Sebenarnya dia sudah bangun, tapi saat itu dia masih nyaman dan masih mikir-mikir untuk bangun.

Bagaimanapun hidup yg normal, tidak selamanya terbaring dan terditur terus. Pun bagi mereka yang tidak normal (tidak bisa terbangun), selama masih punya akal dan perasaan, dia tetap akan terbangun atau sadar jika dibangunkan (dikritik).

Artinya, semua kritik itu sebenarnya membangun (membuat bangun), dengan syarat orang yang dibangunkan (dikritik) itu masih hidup (dalam arti yang sebenarnya). Hanya masalah waktu saja yang membedakan orang yang terbangun dengan kritik. Lambat atau cepat terbangunnya.

02/09/2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s