Beberapa tahun terakhir terlihat bahwa pergerakan populer mahasiswa bidang pangan kini mulai tampak. Era digital merupakan senjata bagi mereka para generasi Y. Saya berpandangan seperti ini sebab saya pun pengguna aktif media sosial yang secara rutin melihat gambar-gambar dan bentuk pergerakan mahasiswa pangan saat ini. Dari konsolidasi hingga aksi lapangan, kampanye sarapan hingga ke lahan garapan pertanian untuk tahu bagaimana pangan itu diproduksi.  Tidak sedikit juga yang menulis, baik itu skripsi tentang pangan, tulisan lepas di blog, dan menulis status singkat aktivitas kampanyenya di media sosial. Semua adalah pergerakan.

Dengan pergerakan itu, ada yang menggelitik saya untuk bertanya. Sejauh mana pergerakan ini dimaknai oleh mahasiswa pangan? Apakah ada tujuan akhir yang ingin dicapai, baik itu secara berkelompok dalam himpunan maupun secara individu? Apa tujuan bergerak peduli pangan ini?

Saya tidak dapat mereka-reka arah gerak perjuangan teman-teman mahasiswa pangan saat ini. Jika saya berpendapat, itu bersifat subjektif. Tapi berangkat dari pertanyaan di atas, ada hal yang mengilhami saya untuk mengeluarkan tulisan ini. Saya membaca koran nasional hari ini dengan judul tulisan Krisis Pangan di 5 Desa di NTT Kasus Luar Biasa (Kompas, 7 Mei 2015). Sembari membaca penuh berita tersebut, terlintaslah pertanyaan-pertanyaan di atas. Apa yang coba ingin saya utarakan ini adalah sebuah persuasi yang ingin coba dilontarkan kepada teman-teman mahasiswa yang telah “bergerak” di bidang pangan saat ini.

source image: http://drasimkdasgupta.authorsxpress.com/
source image: http://drasimkdasgupta.authorsxpress.com/

Indonesia adalah pusat plasma nutfah, kaya akan sumber pangan hewani dan nabati. Negara tropis yang menerima anugerah malam dan siang yang seimbang, tapi mengapa masih ada saja kasus kelaparan luar biasa? tidakkah kita menyadari, kita sibuk berkampanye di media sosial, menampilkan foto berbagai bentuk kelezatan makanan dengan wajah-wajah, meneliti berbagai bentuk pangan, menciptakan produk, memperdebatkan efisiensi, rapat dan konsolidasi mahasiswa pangan berbagai daerah, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang mengatasnamakan pergerakan pangan. Tapi masih saja kelaparan membayang-bayangi. Dimana benang merah pergerakan mahasiswa pangan dengan kelaparan yang melanda saudara/i setanah air kita di sudut Indonesia sana?.

Mungkin bisa dikatakan bahwa mahasiswa pangan yang benar-benar bisa memaknai perjuangan dan memerangi kelaparan agaknya sulit untuk diidentifikasi. Mengapa demikian? pertanyaannya saya kembalikan kepada mahasiswa pangan selama ini bergerak. Bagaimana mahasiswa mendefinisikan pergerakan pangannya saat ini? Warga di NTT dan daerah pelosok lainnya kini terkena bencana kelaparan. Apa esensi pergerakan mahasiswa peduli pangan saat ini menyikapi eksistensi bencana kelaparan yang tak kunjung henti ini? Apakah cukup pergerakan itu hanya di media sosial saja? Sepertinya kita semua terlena. Buku-buku di sudut lemari sana bertumpukan dan berdebu, menunggu untuk dibaca. Ruang-ruang belajar dilekati banyak jaring laba-laba, menunggu untuk digemakan oleh suara lantang perdebatan konsep dan gerakan. Saatnya keluar dari kenyamanan menggosok-gosok layar smartphone dan menghadapi dunia yang sesungguhnya.

Berpikir kritislah teman-teman mahasiswa, apalagi yang di bidang pangan. Sebab pangan adalah hidup matinya bangsa kata Bung Karno, dan dari dulu hingga sekarang pangan adalah komoditas politik yang diperjualbelikan untuk sekedar mengambil hati rakyat dalam memperebutkan status politik yang lebih tinggi. Mengapa perlu berpikir kritis? Sebab pemikiran kritislah yang bisa membawa kita mampu mendefinisikan tujuan sesungguhnya perjuangan kita. Indonesia butuh problem solver atas permasalahan pangan saat ini dan di masa yang akan datang. Jika mampu memaknai perjuangan, niscaya mahasiswa akan tetap ada dalam fungsi fitrahnya, “membebaskan” rakyat dari belenggu keterpurukan. Siapkah mahasiswa pangan melawan kelaparan?

Selamat berjuang!

Penulis adalah alumni HMPPI periode 2011-2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s