Kalau ditanya, negara apa yang kamu kunjungi saat pertama kali ke luar negeri? Malaysia jawabku

Malaysia adalah negara yang saya kunjungi saat pertama kali keluar negeri tahun 2012. Saat itu saya dan 3 orang teman yang masih berstatus mahasiswa mewakili gerakan La Galigo for Nusantara (Lontara) Project melawat ke University Malaya selama 4 hari bertemu teman-teman sejawat dan civitas akademika di Akademi Pengkajian Melayu serta menelusuri jejak Bugis-Makassar di tanah melayu dengan mengunjungi beberapa museum di sana. Sungguh pengalaman cultural yang tak terlupakan.

A new platform for ASEAN agriculture

Alhamdulillah tahun ini diberi kesempatan lagi untuk melawat ke Malaysia. Status saya sudah tidak mahasiswa lagi. Trip kali ini untuk mengikuti training ICT for Agriculture di Petaling Jaya, Selangor. Durasi waktunya lebih lama, seminggu. Pelaksanaan training hanya berlangsung 2 hari saja dan hari-hari berikutnya diisi dengan mengeksplor Malaysia dan belajar bersama aktivis NGO di Malaysia serta berkunjung ke petani hingga ke ujung utara Malaysia. 

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Southeast Asian Councul for Food Security and Fair Trade (SEACON). Lembaga ini membangun sebuah platform untuk pertanian yaitu SEA Network Facility on Technology for Sustainable Agriculture, Food Security and Nutrition (SAFSeN). Intinya untuk mendukung para petani di ASEAN dalam membangun pertanian berkelanjutan berbasis ICT. 

7 hari itu sangat luar biasa menurut saya. Hari-hari pertama bertemu dengan aktivis para NGO perwakilan dari negara-negara Asean yang merupakan jaringan SEACON seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Laos. Pertemuan berlangsung santai dan informal. Suasana dalam ruangan pelatihan di Hotel Armada seperti warnet game online, hehehe. Ya namanya juga pelatihan ICT tentu semua peserta bawa Laptop.

Pelatihan dimulai dengan sambutan dari Dr. Anni selaku koordinator SAFSeN kemudian dilanjutkan sesi teknis oleh Firdaus dan Sam yang merupakan pakar IT yang menangani sistem kerja platform ini. Oh ya, saya belum memperkenalkan bagaimana platform ini bekerja. Mudah saja untuk dipahami, platform ini akan banyak bergerak di dunia maya. Melalui website http://www.sea-farmnet.org platform berbasis ICT ini dapat membangun jaringan antar petani di Asia Tenggara dan membantu petani untuk mengakses berbagai informasi pertanian.

sesi pelatihan SAFSeN. Ibu-ibu yang berpakaian unyu bergaya unyu-unyu di saat yang lain tampak serius belajar adalah Dr. Norela, seorang dosen dan peneliti dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Lucu ya...hehehe
sesi pelatihan SAFSeN. Ibu-ibu yang berpakaian unyu bergaya unyu-unyu di saat yang lain tampak serius belajar adalah Dr. Norela, seorang dosen dan peneliti dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Lucu ya…hehehe

Hari pertama begitu menyenangkan, waktu rehat tiba untuk hari pertama. Ternyata penyelenggara menyiapkan welcoming dinner untuk peserta. Kami dibawa ke Restoran India tidak jauh dari Hotel. Disajikannya makanan India yang beraneka bentuk, saya pun penasaran. Tiap menu yang disajikan saya ambil, tampak semuanya nikmat. Setelah dicicipi, sangat berbeda dengan makanan India yang saya makan di Indonesia. Pikirku sih memang beda, karena di Indonesia yang meracik masih orang Indonesia, tapi di sini memang orang India langsung, mengingat di Malaysia, orang India memiliki populasi yang cukup besar. Tahu kan little India di pusat kota. Nahhh… itu membuktikan kultur India kuat di Malaysia. Jadi, tentu makanan khasnya tidak jauh beda dan bahkan sama dengan aslinya. Bisa dibilang itu pertama kali saya makan makanan benerasn asli India, bukan KW2. Sembari menikmati makanan, semua orang berbaur dan berbincang satu sama lain. Kadang berbicara serius dan kadang bercanda. Saya menikmati perbincangan dengan Dr. Norela dan salah satu perwakilan organisasi konsumen dari Malaysia. Setelah itu saya bergabung ke meja besar dan ngobrol dengan Eum dari Thailand dan peserta dari Vietnam. Saya mulai memperkenalkan diri dan mereka cukup terkesan ketika tahu saya masih berusia 23 tahun. Katanya Eum, wajah saya tampak sangat muda. Ah, semua juga ngomong gitu bu. hehehe

Hal yang paling saya nikmati dalam pelatihan selama 2 hari itu adalah bertemu dengan teman-teman baru yang jauh lebih berpengalaman daripada, saya bisa belajar banyak dari mereka tentang bagaimana menjadi aktivis bidang pertanian. Bertemu mereka tentu saya tidak sendiri. Saya bersama Mbak Rita Mustikasari dari Indonesia. Mbak Rita tidak diragukan lagi pengalamannya dalam dunia aktivisme seperti ini termasuk dalam networking. Meskipun ini adalah debut pertama saya melakukan perjalanan bersama Mbak Rita, tapi saya banyak belajar networking dan manajemen diri dari Mbak Rita. Seringkali saya hanya memperhatikan Mbak Rita berbincang dengan teman-teman undangan yang lainnya, mendengarkan, dan sesekali nimbrung. Hehehehe. Namanya juga belajar. Untungnya meskipun tergolong masih belajar di dunia ini, saya punyalah materi soal kondisi pangan dan pengalaman organisasi di perkuliahan, jadi nggak kaku-kaku amat bergaulnya hehehe… 

Peserta training SAFSeN, 6-7 Agustus 2014 di Hotel Armada, Petaling Jaya, Malaysia
Peserta training SAFSeN, 6-7 Agustus 2014 di Hotel Armada, Petaling Jaya, Malaysia

Kuala Lumpur

Setelah belajar, saatnya bersenang-senang. Tapi, belajar kemarin bersenang-senang juga kok. Jadinya double happy. Trip kali ini ke mana lagi kalau bukan ke iconnya Malaysia, Twin Tower. Tepatnya ke KL Central kami naik menggunakan LRT dari Petaling Jaya. Sesampai di sana kita langsung menuju ke taman kota untuk dapat angel foto Twin Tower yang cantik. Sebelumnya di tahun 2012 saya ke sini tidak ke daerah yang saya datangi sekarang. Saya ke spot dengan view yang berbeda dan waktu itu malam hari. Sangat mengesankan taman kota di sana. Di tengah hiruk pikuk keramaian kota besar seperti Kuala Lumpur, ada oasis di tengahnya. Taman kota tepat di dekat Twin Tower. Banyak warga yang memanfaatkannya untuk jogging, karena memang ada jalur yang disediakan. Ada kolam dan air mancurnya, dan fasilitas kebersihan yang memadai. Komplit deh tempatnya disebut tempat nongkrong asik kalau orang Indonesia bilang.

Foto bareng di depan Twin Tower
Foto bareng di depan Twin Tower
Mrs. Sommay (Laos) dan Mrs. Rita (Indonesia) masih di taman kota
Mrs. Sommay (Laos) dan Mrs. Rita (Indonesia) masih di taman kota

Setelah mengunjungi iconnya Malaysia, kami masuk kembali ke mall dan makan malam bersama. Teman-teman bertebaran mencari makanan yang diinginkan. Saya dan mbak Rita memilih menikamti Tom Yam, slruuupppp… seger-seger asem-asem gimanaaa gitu dan rasanya nikmat. Kata Mbak Rita, Tom Yam di negara asalnya (Thailand) lebih enak. Wahh… di Indonesia aja enak, di Malaysia aja lebih enak, gimana di Thailand? pasti amat sangat lebih enak. Insya Allah ada kesempatan ke Thailand harus coba langsung tom yam di sana.

Setelah makan malam, kami langsung menuju ke tempat yang lain tidak jauh dari KL Central, kembali menggunakan LRT dan mampir di Central Market. Mencari cinderamata di Malaysia tidak afdal kalau tidak mampir ke sini. Kenangan yang terlintas jika ke sini adalah bertemu dengan orang Indonesia yang berniaga di dalam Market. Kami masuk dan berkeliling melihat-lihat. Hanya satu putaran berkeliling, saya keluar dan menemukan sebuah pemandangan unik yang lain. Ada pementasan tari di panggung central market. Tarian india dengan iringan soundtrack film Kuch-kuch hota hai. Langsung saja saya potret, kebetulan lighting panggungnya pas dan saya pikir akan menghasilkan gambar yang menarik kalau difoto.

Captured by Bukan fotografer, hanya pelancong amatiran
Captured by Bukan fotografer, hanya pelancong amatiran

Central market adalah destinasi terakhir hari itu. Kami kembali ke hotel untuk istirahat. Sebelum ke kamar masing-masing, beberapa dari rombongan peserta berpamitan, termasuk dari Thailand, Laos, dan Vietnam. Karena besok mereka akan kembali ke negara masing-masing. Saya dan Mbak Rita masih di stay di Malaysia karena esok hingga 4 hari berikutnya akan melakukan perjalanan jauh ke ujung utara Malaysia, yakni Negeri Kelantan. Kami ditemani oleh Ibu Salwati, motor penggerak komunitas petani organik di Kelantan. Ibu yang satu ini sangat mengesankan. Cerita perjalanan berikutnya termasuk makanan, kondisi alam, bertemu petani, hingga cerita tentang seorang Ibu Salwati yang luar biasa akan ada di cerita berikutnya. 

 

see ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s