source: http://agricultureandfarming.files.wordpress.com/
source: http://agricultureandfarming.files.wordpress.com/

ICT merupakan singkatan dari Information and Communication Technology. Istilah ini menjadi popular mengikuti modernisasi di bidang teknologi dan komunikasi. Saat ini aktivitas di dunia maya dan dunia nyata sama-sama sibuknya karena perkembangan ICT, perkembangan internet. Siapa yang tidak tahu internet? Internet kini merambah di seluruh dunia. Tahun 2013 populasi pengguna internet mencapai angka 2,4 miliar. Hal ini dikarenakan penggunaan internet memudahkan akses informasi dan efisiensi komunikasi antar penggunanya.

Apa hubungan ICT dengan pertanian dan agribisnis? Saat ini masalah pertanian di tingkat lokal maupun nasional salah satunya adalah unfair trade dan higher cost untuk informasi pertanian. Unfair trade terindikasi dari rumitnya rantai perdagangan komoditas pertanian utamanya di tingkat petani lokal. Untuk menjual komoditinya, petani lokal dihadapkan dengan rantai distribusi dan pemasaran yang rumit untuk bisa sampai ke konsumen. Hal tersebut menyebabkan harga beli bagi konsumen tinggi, dan harga jual petani rendah, itulah unfair trade. Kemudian, mengakses informasi terkait harga pupuk, harga pembelian petani, dan lain sebagainya juga membuat petani tidak leluasa menentukan harga berdasarkan pertimbangan modal yang dikeluarkan, sehingga mereka hanya mengikuti harga pasar yang ada, maka petani membutuhkan higher cost untuk akses informasi. Oleh karena itu, ICT untuk pertanian dan agribisnis menjadi program yang beberapa tahun belakangan ini diujicobakan di berbagai Negara.

Implementasi ICT

Mengakses informasi harga pupuk dan harga pembelian petani melalui mobile phone, mempromosikan produk-produk pertanian melalui radio-radio lokal, akses internet untuk menggaet konsumen dan investor. Bayangkan ini dilakukan oleh petani-petani lokal. Tentunya produktivitas pertanian akan meningkat. Praktek-praktek tersebut merupakan implementasi ICT pada pertanian dan agribisnis. Implementasi ICT bagi petani dinilai mampu mengurangi information cost dan unfair trade di tingkatan lokal, sehingga akan banyak perkembangan baru di dunia pertanian yang relevan dengan perkembangan global saat ini.

Implementasi ICT untuk pertanian dan agribisnis di Indonesia tergolong masih kecil meskipun tingkat pengguna internet di masyarakatnya besar. Pertiwi (2012), menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi implementasi ICT pada pertanian antara lain jenis bisnis, umur, tingkat pendidikan, penjualan, dan persepsinya terhadap ICT. Melihat tren kepemilikan usaha pertanian di Indonesia semakin menurun, penggunaan ICT tidak mengalami perkembangan begitu pesat di Indonesia. Pratiwi (2012) menyimpulkan bahwa koneksi internet, skill dan pengetahuan ICT, dan resiko keamanan merupakan masalah penghambat daptasi ICT untuk pertanian dan agribisnis di Indonesia.  Wajar saja jika saat ini ICT belum terlalu berkembanga di Indonesia, disamping tingkat pendidikan petani yang masih relatif rendah, kecepatan internet di Indonesia belum mencapai rata-rata global. Indonesia menempati urutan ketiga terbawah perihal kecepatan internet di Asia Tenggara dengan kecepatan rata-rata 4, 1 Mbps, jauh di bawah rata-rata kecepatan internet global yang mencapai 17, 5 Mbps.

Implementasi ICT dapat ditingkatkan di Indonesia. Hal itu dilakukan dengan promosi dan penyebaran informasi yang lebih masif, meningkatkan jumlah tenaga ahli dan fasilitator di tingkat lokal, serta dukungan fasilitas teknologi dan akses internet yang memadai. Dengan begitu, ICT dapat menjadi platform dalam mencegah unfair trade dalam pertanian dan agribisnis serta meningkatkan produktivitas pertanian baik di tingkat lokal maupun nasional.

 

Pustaka:

Pertiwi, S. 2012. Information Technology Adoption in Indonesia Agriculture and Agribusiness. Departement of Mechanical and Biosystmen Engineering. Bogor Agricultural University. [www.afita.org/graph/web_structure//files/Seminar%20(07)-04(1).pdf]. Diakses 20 Juli 2014.

Liputan6.com. Kecepatan Internet di Indonesia Masih di Bawah Standar. 22 April 2014. [http://tekno.liputan6.com/read/2040086/kecepatan-internet-di-indonesia-masih-di-bawah-standar]. Diakses 21 Juli 2014

Kompas.com. Pengguna Internet Dunia Capai 2, 4 Milyar. 31 Mei 2013. [http://tekno.kompas.com/read/2013/05/31/14232198/pengguna.internet.dunia.capai.24.miliar.indonesia.55.juta]. Diakses 21 Juli 2014

 

Bogor, 21-7-2014
Muhammad Ulil Ahsan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s