Bismillahirrahmanirrahiim

Jam tanganku menunjukkan pukul 02.10 WIB. Saat itu kudengarkan lagu berjudul I Won’t Give Up dari Jazon Mraz, pasti teman-teman pembaca blogku sudah tahu tentang lagu ini. Menyentuh, menggugah semangat dengan lirik indahnya. Lagu indah itu memecah keheningan dan menambah semangat menulisku.

Sebenarnya tulisan ini bukan mengintikan cerita lagu indah itu, tetapi tentang suatu hal yang telah kulewati. Tengoklah judul yang kuberi untuk tulisan ini, Semangat, Ide, dan Kereta Api. Cerita lagu tadi hanyalah prolog untuk mengantarkan semangatku memulai tulisan ini karena sudah lama tidak menceritakan perjalananku di blog ini.

Bisa dikatakan cerita ini juga tidak terlalu mengintikan alur perjalananku mengampiri kota demi kota, makan makanan khas, dan bertemua siapa atau siapa. Tengkoklah lagi judul tulisan ini, Semangat, Ide, dan Kereta Api. Ini hanyalah prolog, ini bukan cerita perjalan menghampiri tempat demi tempat, mengamati dan mencatat potret kehidupan, bukanlah cerita hal-hal yang seringkali aku lakukan jika melakukan perjalanan.

Hehehehehe……
Mungkin anda kesal atas cerita awalan di atas, tapi itulah kenyataannya. Cerita di atas hanyalah sebuah ungkapan yang secara taktis tertuang di pikiranku dan kuketik secara cekatan. Aku pikir ini sebuah alur lahirnya ide, ide mengawali ini. Mengawali sebuah tulisan untuk memantik sang jemari untuk kembali mengikuti rayuan pikiranku. Entah apa yang sedang kulakukan sekarang, aku hanya menuliskan cerita ini tanpa memikirkan alur yang baik atau sesuai.

Ada satu hal yang membuat jemariku selalu bergerak, bergerak, dan bergerak menuliskan cerita ini. Semakin aku melanjutkan cerita ini, semakin cepat pikiranku mengakumulasikannya dan memerintahkan jemari untuk menuliskannya. Sebenarnya, aku ingin mengatakan ini adalah sebuah semangat. Semangat ini, membawaku kembali membuka lembaran blog ini dan mulai menuliskan sebuah cerita yang cenderung ngawur tapi tetap kutuliskan.

Sejujurnya, ini bukanlah cerita yang mengintikan bagaimana cerita ini kubuat, tapi ada yang hendak aku ingin sampaikan ke diriku sendiri melalui tulisan ini. Kutuliskan cerita ini tanpa membaca kembali kalimat-demi kalimat yang telah kutuliskan. Aku hanya menuliskan ini secara membabi buta, mengetik huruf demi huruf, spasi demi spasi, dan paragraf demi paragraf tanpa menoleh ke huruf sebelumnya. Entah bagaimana perasaanku ketika aku membaca tulisan ini nantinya, mungkin akan tertawa sendiri.

Kisah sebenarnya yang ingin aku sampaikan adalah tentang Kereta Api. Hari itu, tanggal 2 Maret 2013 kumulai perjalanan dari stasiun Lempuyangan Yogyakarta menuju Jawa Timur dan  kembali melalui dari stasiun Wonokromo Surabaya dengan kereta api pada tanggal 8 Maret 2013. Dalam kereta yang sesak dan panas itu, yang selalu terngiang dalam pikiranku adalah cerita-cerita perjalananku yang akan kutuliskan setelah mengarungi daerah-daerah Jawa Timur yang akan kukunjungi. Tetapi, sekarang tanggal 22 Maret 2013 tepatnya 2 minggu setelah kulewati momen itu, belum juga kutuliskan cerita indah perjalananku.

Saat ini aku sedang mengenang kembali situasi saat aku dalam kereta menuju ke Jember dengan semangat dan senyuman membayangkan cerita ndah yang akan kutuliskan kelak. Rentan waktu 14 hari itu aku menunggu. Menunggu semangat dan ide tulisan itu datang menghampiri, tapi tak kunjung datang. Saat ini, setelah lama menunggu semangat dan ide itu, tiba-tiba datanglah mereka di pagi buta yang hening, gerah dan lapar. Satu hal yang kuingat sebelum ini dimulai, saat menuruni tangga tiba-tiba kuingat sebuah kereta. Mengingat hal itu, diri ini yang tadinya akan beristirahat kemudian menyalakan laptop dan menuliskan cerita ini.

Entah mengapa kereta api selalu mengawal ideku. Itu tampak seperti sebuah sugesti. Sugesti yang kutanamkan sendiri dalam diriku, bahwa setiap aku menaiki kereta disitu aku akan selalu mendapatkan ide yang cemerlang tentang hal-hal dalam hidupku, dan setiap aku  mengenang diriku naik dalam kereta, maka semangat untuk mewujudkan ide yang timbul saat di kereta kembali hadir. Itulah mengapa tulisan ini kuberi judul Semangat, Ide, dan Kereta.

Tahukah kalian, sebenarnya tulisan ini bukan mengintikan tentang semangat untuk membangkitkan ide yang telah hadir saat dalam kereta. Tengoklah kembali judulnya! Itu adalah sebuah judul tulisan dan tulisan ini kutulis untuk memulai. Ini adalah awal dari tulisan-tulisanku selanjutnya. Tulisan tentang perjalananku di daerah Jawa Timur.

Hehehehe……..
Sebenarnya, menurut kalian tulisan ini mengintikan apa sih? Silahkan artikan dan intikan sendiri, yang jelas aku telah mengintikan sendiri tulisan ini dengan kata-kata inti di dalamnya.

Salam semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s