The travel story Part 2 kita mulai……
Karena latar ceritanya di Bogor dan orang-orang banyak yang pake lo lo gue gue, makanya Aku mau ceritakan perjalanan di Bogor ini dengan ganti kata “Aku” dengan kata “Gue”, hehehehe…….

Let’s start…..

Malam harinya sekitar jam 9 Gue sama Dewi akhirnya tiba di Bogor. Kami turun di dekat Baranangsiang dan capcus jalan ke dekat Tugu dan naik angkot ke Laladon. Setibanya di Laladon, langsung cari angkot Kampus Dalam. Rute Baranangsiang-Laladon-Kampus Dalam adalah rute yang paling gue hapal kalo ke Bogor. Laladon, entah apa artinya nama itu? tiap ke Dramaga, di dalam benak gue pas di dalam angkot itu terngiang-ngiang mulu artinya apa, bahkan saat ini gue nulis pun masih terngiang. Daripada pusing, skip dulu soal arti kata Laladon.

Babakan Raya alias Bara, pusat jajanan anak-anak IPB. Gue sama Dewi akhirnya menginjakkan kaki di sana setelah naik kendaraan berjam-jam. Kami berdua langsung cari makan malam sambil menghubungi anak-anak HMPPI yang ada di IPB. Seperti biasa, jika ke IPB yang gue hubungi dulu adalah kakak sama adek gue trus sahabat-sahabat gue di sana. Tiba-tiba datanglah Ririd, sahabat kita yang juga salah satu BPP HMPPI di IPB, nyamperin kita bareng temennya. Setelah makan malam akhirnya Dewi diboyong olehnya dan nginep di tempat Beber (baca: Berlian) yang juga BPP HMPPI selama di Bogor, kebetulan kosan mereka deket. Kalo gue pastinya nginep di kosan adek gue yang di Bara.

Keesokan harinya……
Seperti biasa, setiap aku datang di Bogor pasti tak lupa ke kampus IPB tepatnya di Fateta, atau tepatnya lagi di Kantin Sapta dan Sekretariat HIMITEPA yang juga markas besarnya HMPPI. Eits……. kenapa pake “Aku” lagi…. pake “Gue”, lanjut…!!!
Sayangnya hari itu berasa singkat, karena teman-teman lagi pada sibuk kuliah. Dewi ikut kuliahnya Beber dan gue datang agak siangan ke kampus. Siang itu cuma menghabiskan waktu keliling dan mampir di sekret. Satu kebanggaan, HMPPI bisa bersekret gede dan rame di IPB, diisi sama orang-orang kreatif. Di sekret, gue diskusi kecil bareng Iqbal sama Anand, Ketum dan div.eksternal HIMITEPA dan beberapa teman-teman himit yang lain sambil mereka juga ngerjain kerjaan masing-masing. Gue juga ngebagi-bagiin sticker SingkongDay ke teman-teman di sekret dan sedikit mensosialisasikan tentang gerakan ini. Satu per satu BPP HMPPI di IPB berdatangan dengan membawa kesibukan masing-masing. Terakhir nongol Dewi dan Beber di waktu menjelang sore. Oh ya, hampir lupa, gue juga ngebawain cemilan buat teman-teman di Himit, meski sedikit tapi niatnya biar mereka coba, hasil P3L (IPP) teman-teman UNPAD, stick ubi ungu Si Bungur yang kemarin.

Bagian kecil ruang di sekret Himit
Bagian kecil ruang di sekret Himit

Abis dari sekret, gue balik ke kosan adek gue. Seperti biasa, kalau ke gue ke Bogor, adalah suatu kewajiban bagi kita untuk kumpul keluarga, Gue, kakak gue dan adek gue. Kami selalu bertemu di tempat makan. Ya, malam itu kami makan malam bersama di daerah Babakan Raya. Kami bercerita tentang keluarga, melepas rindu, bercanda dan sesekali menasihati adik kami yang paling bungsu yang hadir di situ, yaitu si Budi yang kini sebagai mahasiswa semester 3 di Jurusan AGH IPB. Malam itu sangat indah bertemu mereka yang kucintai, kami pulang dan beristirahat untuk menghadapi hari esok.

Hari berikutnya, kita masih bersantai-santai. Giliran Dewi sama Beber yang datang agak telat ke kampus dan gue datang lebih awal. Karena datang lebih awa, gue jadi bingung mau ngapain karena yang lain pada kuliah juga. Seketika, gue inget misi kita ke sini gak hanya HMPPI tetapi juga melengkapi tulisan di blog SingkongDay. Pikiranku teringat Mas Sigit, pemilik usaha BrownCo, Brownies Singkong. Langsung aja gue jalan dari Bara masuk ke kampus tembus ke dekat GWW, lewat ATM Center, keluar pagar dan nyebrang jalan, sampai deh di kedai BrownCo-nya Mas Sigit. Gue masuk dan langsung mencari Sang Pemilik, tapi sayang dia lagi ada urusan lain. Walaupun pemiliknya sedang ada urusan, tapi browniesnya gak bisa lari dari urusan sama gue, hahahahaha…… *ketawa monster
Di kedai mini tersebut, berbagai macam kue yang terpajang di dalam lemari kaca tampak bikin ngiler. Ruangannya ber-AC disertai sofa dan meja kecil untuk pelanggan membuat kedai itu nyaman untuk bersantai sejenak, Langsung aja gue pesan Cup Cake sama Chocolate Brownies. Mencicipi sedikit demi sedikit brownies dan cup cakenya ditambah semangat berburu kuliner singkong emang tiada duanya hari itu. Suhu yang adem di tengah pengapnya Dramaga di siang hari, rasanya semriwiiiingngngng……😀

Kedai BrownCo
Kedai BrownCo
Brownies dan Cup Cake
Brownies dan Cup Cake

Abis menikmati Brownies Singkong, gue melanjutkan kegiatan ngebolang di kampus dan, abis itu juga gue lupa nih ceritanya ngapain, hehehehe…… Maap ye🙂
Tapi yang pasti kita anak-anak BPP dan akumni BPP di IPB janjian makan malam di lesehan berdekorasi bambu sekitar hotel Permata Dramaga. Malam itu pun tiba, kita berangkat bareng-bareng naik angkot ke sana. Meskipun lumayan dekat dari Bara, tapi kalo jalan juga pasti bikin capek. Akhirnya teman makan malam gue adalah Dewi, Beber, Doni dan Wawan. Sayangnya As’ad, Ririd, Wulan, Qori dan Novi gak bisa hadir karena sibuk. Kami berdiskusi dan bercanda gurau tentang HMPPI, dan kehidupan lainnya (????)…..
Di tengah obrolan Mbak Dati datang, kami mengobrol banyak soal HMPPI ke depannya. Emang ya, kalo mikirin HMPPI trus ada mbak Dati semua berasa aman dan tentram. Soalnya Mbak Dati ini Masternya HMPPI, hehehe. Malam mulai larut, gue balik ke kosan adek gue, Dewi ke kosan Beber dan yang lain ke kosan masing-masing. Good Night All.…..

Mbak Dati, Berlian, Dewi, "Gue", Wawan, Doni
Mbak Dati, Berlian, Dewi, “Gue”, Wawan, Doni

The Last Day in Bogor…..

Hari ini KMTPHP UGM berencana melakukan field trip ke IPB. Salah satu tujuan Dewi berangkat duluan dan ikut ke Bogor adalah karena teman-teman se-almamaternya bakalan ke IPB juga. Sebenarnya dia sudah ada jatah kursi, cuma dia berangkat bareng gue ke Bandung kemarin. Hari itu, teman-teman KMTPHP tiba sekitar jam 8.30 pagi. Langsung ke Aula Fateta, dan ada penyambutan dari pihak jurusan ITP IPB. Melihat KMTPHP sama HIMITEPA ketemu berasa keren banget hari itu. Mumpung gue di kampus, gue ikut-ikut aja di acaranya. Di acara penyambutan, masing-masing lembaga menyampaikan info terkait lembaganya, mulai dari Jurusan ITP IPB oleh Pak Ferri Kusnandar, dilanjutkan Wali dari TPHP UGM, lalu Iqbal (Ketua HIMITEPA) dan Eko (Ketua KMTPHP), dan gue menyaksikan keramaian di bangku belakang.

IMG_0547

Setelah acara penyambutan di Aula Fateta, dilanjutkan dengan acara jalan-jalan. Jalan-jalannya ke tempat-tempat penting terkait jurusan ITP. Peserta dibagi dalam beberapa grup dan kunjungannya beda-beda dan digilir. Sekali lagi, gue merasa aneh dan merasa jadi stranger of the day. Bukan dari UGM bukan pula IPB, gue juga pake baju yang berbeda, tulisannya Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Tapi so far, teman-teman tetap menganggap gue ada dan gue tetap enjoy mengikuti field trip. Lumayan, dapat ilmu dan rata-rata teman-teman di sana juga udah kenal gue, hehehe😀 *Sok

Tempat pertama yang gue samperin bareng grup tempat gue nebeng adalah Seafast Center. Ini adalah gedung andalan ITP IPB, tempat alat-alat dan mesin berat pengolahan pangan lengkap di dalamnya, kerja sama luar negeri juga dilakukan di sini. Di Seafast Center juga bertemu dengan Pak Slamet Budijanto. Kalau yang gak pernah nonton berita tentang inovasi beras, pasti gak tau orang ini. Beliau adalah penemu beras analog, beras yang berasal dari bahan umbi-umbian dan bahan lain. Kami diajak ke gedung pengolahan beras analog tersebut. Kebetulan sedang ada proses produksi beras analog. Beras ini masih dalam tahap penelitian, belum ada proses produksi massal. Isu-isunya sih mau didukung pemerintah buat produksi massal untuk masyarakat, tapi sampai sekarang untuk sekitar setahun tapi belum ada jalan cerah juga.

Seafast Center
Seafast Center
Pak Slamet Budijanto menjelaskan beras analog
Pak Slamet Budijanto menjelaskan beras analog
Beras analog
Beras analog

Dari Seafast Center, kami beranjak menuju laboratoriumnya anak ITP IPB. Secara umum mata kuliah dan praktikum kami hampir sama dengan teman-teman di ITP IPB, sehingga laboratoriumnya pun juga gak jauh beda. Eh, tapi beda ding….. Kalau dibandingin sama kampus gue, lebih komplit dan lebih lengkap alatnya IPB, tapi menurutku jumlah dan kekomplitan alat belum pasti selalu menentukan kemampuan individu mahasiswa, tergantung semangat juangnya juga untuk belajar, dan gue sangat bersemangat. hahaha *ketawa monster.
Abis klenong-klenong alias keliling-keliling ke seafast center dan laboratorium, kami kembali ke halaman depan aula Fateta. Puncak acaranya di sini nih yaitu sesi foto-foto, tanpa foto-foto semua terasa hambar, bagai sayur tanpa garam. Akhirnya kami berfoto dan sekali lagi gue berasa jadi stranger of the day, IPB-UGM-Gue. Awalnya gue masih malu-malu, mungkin teman-teman yang lain kasihan kali ye liatin gue cuma neteng kamera dan motret mereka, akhirnya gue diajak ikut foto bareng, hehehehe…….
Sayangnya, foto gue ada di kamera anak UGM-nya, dan di kamera gue orang cakepnya gak ada (Gue). Yasudahlah…… yang penting udah ikut foto bareng mengisi kenangan di dinding masing-masing (KMTPHP dan HIMITEPA) dan tak lupa gue tentu ada foto tersendiri bareng ketua himpunannya TPHP UGM sama HIMITEPA IPB, Eko sama Iqbal.

Eko, "Gue", Iqbal
Eko, “Gue”, Iqbal
Foto bareng
Foto bareng

Setelah di penghujung acara, akhirnya tiba di lebih ujung lagi yaitu perpisahan. Seluruh rangkaian acara telah selesai dan rombongan field trip menuju bus untuk segera kembali ke Yogyakarta. Dewi yang dari awal bareng gue ke Bandung hingga Bogor juga ikut rombongan bus, kami berpisah di Bogor, See you in Jogja Dewi !.
Abis mengantar kepulangan mereka, gue ke sekret Himitepa untuk pamitan sama teman-teman di sana. Kemudian sore harinya gue pamitan dengan adek gue dan melanjutkan trip ke Jakarta. Seperti biasanya, selain jalur Baranangsiang-Dramaga yang gue hapal, Jalur Dramaga-Stasiun Bogor juga jalur hapalan gue saat di Bogor. Gue ingat betul jalan-jalan dan suasana ramainya. Naik angkot dari Bara, mampir di Laladon dan nyambung angkot ke stasiun Bogor, turun di bawah jembatan penyebrangan, berjalan di lorong-lorong pasar dan masuk lewat pintu belakang stasiun. Beli karcis dan langsung lompat ke gerbong kereta yang masih kosong.

Perjalanan ke Jakarta dimulai….
Ada cerita apa di ibukota nanti ???

Nantikan tulisan berikutnya……!!!!

2 thoughts on “Jogja-Bandung-Bogor-Jakarta #Part2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s