Saya heran dengan mahasiswa yang aktif organisasi sekarang. Sibuk meneriakkan idealisme namun kurang akan introspeksi diri dan mengambil hikmah perbuatan serta lingkungannya. Ngakunya orang sibuk, tapi kalau dikasi tugas dan tanggung jawab tidak tuntas, banyak alasan bahkan mengatasnamakan kesibukan tugas. Alasannya yang rasional masih dipertimbangkan sih, tapi kelihatan lho kalau alasan itu dibuat-buat.

Kasihan tuh orang-orang loyal di organisasimu, apalagi jika kamu menempati posisi yg sangat penting. Kamu bakalan dosa karena bikin mereka yang membutuhkanmu jadi galau mikirin kamu.

Kalau mau menjalankan organisasi kuncinya manajemen diri. Manajemen waktu, yang prioritas diutamakan. Tapi yang lain jangan diabaikan. Jangan berani menasehati orang bahkan adik tingkatmu kalau kamu sendiri tidak pernah melakukan hal sampai tuntas. Makanya kalau ikut organisasi jangan cari pencitraannya, pengen dibilang aktifis, pengen jadi orang penting padahal otaknya pragmatis (negatif). Kasihan sekali anda kalau begitu.

Mengembangkan diri di organisasi itu bagaimana menjalani kegiatan dan belajar mengamati perilaku orang yang diajak bekerja sama. Jika ada hikmah baik, ambil itu. Jika ada yg kurang baik buang jauh-jauh. Introspeksi diri dan terus kejar mimpi. Ikhlas menjalani, jangan setengah-setengah.

Datang bersemangat, menjalankan tugas semakin hari semakin loyo tiada inisiatif. Keliatan lho siapa yang cuma panas-panas tahi ayam dan siapa yang bisa bertahan hingga akhir. Panas-panas tahi ayam itu yang tidak mau belajar memahami, bertanggung jawab dan egois terhadap dirinya. Ada cobaan kesibukan sedikit malah kabur mengasingkan diri dan tidak memikirkan temannya yang bersusah payah mengurusi organisasi. Sesungguhnya itu pun adalah bibit korupsi. Kalau tidak segera sadar dan introspeksi diri bakalan mengakar.

Satu hal lain yang juga perlu dilakukan adalah bertanyalah jika tugasmu kurang dimengerti. Kalau sudah bertanya anda masih belum mengerti, berinisiasilah atau berimprovisasi. Yang penting anda tidak mandeg. Mandeg itu budaya malas, malas itu temannya setan, setan itu….. gitu dehhh!!!

Jadi, kesimpulannya adalah kalau anda seorang yang aktif berorganisasi, mengambil hikmah adalah wajib hukumnya. Bertanggung jawablah terhadap organisasi yang kamu tempati. Semangat berkurang itu wajar, tapi jangan sampai membuatmu hilang perasaan. Sudahlah, jangan selalu mencari-cari alasan untuk menghindari tugasmu di organisasi, tidakkah kamu memikirkan temanmu yang loyal?? Kalau kamu tidak memikirkan hal itu, lebih baik kamu mundur secara terhormat daripada menyimpan dosa atas hilangnya pertanggungjawabanmu.

Lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan. Ini adalah ujian untuk mahasiswa yang aktif berorganisasi. Jika lulus ujian ini, niscaya semua lancar, karirnya dapat dan ilmunya pun Insya Allah Berkah, amin. Tetap semangat dan kejar cita-citamu, jangan kecewakan teman-temanmu dan jangan sampai anda jadi temannya setan.

*Penulis sadar bahwa dirinya tidak seperti di tulisan ini, karena penulis juga senantiasa instrospeksi diri.

Yang tersinggung silahkan introspeksi diri, yang tidak suka diam saja, dan yang suka silahkan disebar!!

Move On!

Hidup mahasiswa….!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s