Jalan-jalan di Kota Solo, tidak lupa membeli batik
Makan-makan di Kota Solo, tidak lupa menunya Nasi Liwet

Kemarin, saya bersama Yustinus (BPP Infokom HMPPI dari UGM) jalan-jalan ke Solo dalam rangka sosialisasi HMPPI di Universitas Veteran Bangun Nusantara di Sukoharjo. Kami naik kereta Madiun Jaya dari Lempuyangan dan turun di Stasiun Solobapalan. Keluar stasiun kami menyambangi sebuah angkringan sambil menunggu teman-teman dari UNS datang. Akhirnya mereka datang berlima yakni Yoga, Ganang, Baskoro, Beta dan Ratih.

Dari stasiun, kami langsung menuju ke Universitas Veteran Bangun Nusantara. Tak terasa perjalanan sekitar 20 menit kami sampai di Univet. Antusias dan semangat teman-teman Univet terhadap HMPPI sangat besar. Dengan itu saya tambah bersemangat untuk bersosialisasi dan bersilaturahmi di sana. Selain itu, kami bertemu dengan Pak Achmad Ridwan, Dosen THP yang mengahdiri sosialisasi tersebut. Ternyata pak achmad ini adalah Alumni HMPPI tahun 2005 (tahun awal HMPPI berdiri). Pak Achmad adalah staf Infokom HMPPI di zamannya. Senang sekali bisa bertemu dan berdiskusi dengan beliau.

Beta, Pak Achmad, Yustinus, Saya, Ganang, Yoga

Setelah sosialisasi, kami meninggalkan Univet dan langsung menuju GALABO (Gladag Langen Bogan) melewati patung Slamet Riyadi yang khas di Kota Solo. GALABO merupakan pusat kuliner kota Solo di malam hari yang ramai disambangi oleh para pelancong baik dari Solo maupun dari luar Kota Solo. Namun kami tidak makan di GALABO, kami cuma mampir Shalat maghrib dan beranjak menuju ke tempat makan Nasi liwet yang daerahnya masih sekitaran GALABO. Nama tempatnya Nasi liwet Bu Ermi. Menu Nasi liwet yang ditawarkan bervariasi lauknya, ada ayam, suwir, tahu, telur, telur kuning, dll.

Nasi liwet merupakan nasi yang tidak ditanak, tapi dimasak langsung dengan santan sehingga agak lunak dan gurih. Disajikan bersama sayur labu siam yang dopotong stik dan semacam bubur dari santan kelapa di atasnya. Dimakan dengan krupuk makin menambah sensasi kenikmatan Nasi Liwet di Malam hari. Nasi liwet merupakan makanan wajib bagi orang Solo, biasanya disajikan saat sarapan maupun makan malam.

Kami pun beranjak menuju stasiun Solobalapan. Saya dan Yustinus langsung membeli tiket kereta Prameks menuju Yogyakarta pukul 19.35 WIB. Sungguh seru perjalanan hari ini. Semoga bisa kembali lagi ke Solo dan mencicipi nasi liwet yang maknyusss…

Solo, 14 Mei 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s